LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO BUPATI

H. DODI REZA ALEX

Bupati Muba : Pencegahan Karhutlah Harus Dimulai Dari Desa
Ditulis oleh : ADMIN - Bidang :

24 Juni 2017 - 12:11:31 WIB

Sekayu, mubakab.go.id – Menghadapi musim kemarau yang segera datang serta mempersiapkan partisipasi dalam ASEAN GAMES 2018 di Palembang, maka diperlukan persiapan penanganan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) sehingga Rapat Koordinasi digelar bersama dengan OPD terkait, perusahaan, Camat dan berbagai pihak kepentingan.

Plt Kepala BPBD Sumsel Iriansyah menyatakan bahwa Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah menetapkan status siaga semenjak 18 Februari lalu. “Upaya ini dimulai dengan pembentukan satgas karhutlah dan posko. Pencegahan harus dimulai dari pemerintah dasar yaitu desa, kecamatan hingga kabupaten karena kebakaran banyak terjadi di lahan-lahan, alang-alang dan kebun-kebun. Sehingga pemberdayaan masyarakat desa sangat dibutuhkan karena pencegahan awal lebih baik dan harus dikedepankan. Propinsi Sumsel sendiri telah menyediakan 4 helikopter, 2 kasa dan 2 pesawat untuk membantu kabupaten-kabupaten rawan kebakaran,”paparnya, Rabu (21/06).

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex membenarkan bahwa Pencegahan kebakaran harus dimulai dari pemerintah dasar yaitu desa. “Para Camat diharapkan untuk lebih siaga dari sekarang dengan melakukan sosialisasi secara dini mengenai larangan, maklumat pembakaran sengaja dan tidak sengaja pada masyarakat. Dan juga hidupkan, inventarisir posko dari tingkat desa hingga kecamatan, sarana dan prasarana sehingga posko menjadi pusat pengendalian serta bentuk satgas dan berikan rasa tanggung jawab untuk berpastisipasi mencegah kebakaran pada masyarakat,”ungkapnya.

Lanjutnya, sosialisasi pada masyarakat terkait larangan pembukaan lahan dengan cara pembakaran. “Pemkab Muba akan mencarikan jalan keluar bagaimana caranya membuka lahan tanpa membakar. Kemudian rencanakan atau programkan pembangunan reservoir agar mempermudah akses dari posko ke tempat rawan kebakaran selain itu diharapkan juga pada perusahaan agar ikut berpartisipasi pembuatan sekat kanal. Untuk Dinas Perkebunan diharapkan memonitoring audit kepatuhan yang nantinya akan dilaporkan pada pemerintah pusat. ”katanya.

Menanggapi hal ini, Wabup Muba Beni Hernedi mengatakan berdasarkan pengalaman sebelumnya pada tahun 2015 dimana keadaan terburuk pekat asap di Sumsel, 80%-85% kebakaran terdapat pada lahan gambut. “Diperlukan juga kerjasama dan koordinasi antar daerah atau kabupaten tentangga serta penerapan hukum bagi pelanggar larangan,”tutupnya.

JAJAK PENDAPAT
Apakah website ini sudah memenuhi kebutuhan pengunjung
Sangat Bagus
Bagus
Sangat Bagus
Bagus
Sangat Bagus

HASIL POLLING
PENGUMUMAN
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 1533 kali